TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0724/Boyolali Resmi Dibuka di Desa Candi
Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0724/Boyolali di Desa Candi, Ampel, ditandai pemukulan gong oleh Bupati Agus Irawan. Program ini fokus pada pembangunan jalan, jembatan, dan talud untuk pemerataan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Boyolali.
BOYOLALI – LINTASTIMURMEDIA.COM – Komando Distrik Militer (Kodim) 0724/Boyolali secara resmi membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Rabu (8/10/2025). Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perdesaan.
Upacara pembukaan TMMD dipimpin langsung oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam momen tersebut, Bupati melakukan penandatanganan naskah kerja sama dan pemukulan gong sebagai simbol resmi dimulainya TMMD Sengkuyung Tahap IV di Kabupaten Boyolali.
Wujud Nyata Sinergi Pemerintah dan TNI untuk Pemerataan Pembangunan
Dalam amanatnya, Bupati Agus Irawan menegaskan bahwa kegiatan TMMD bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari gerakan nyata membangun desa dari pinggiran. Tahun ini, TMMD mengusung tema besar “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.”
“Kita ingin memastikan seluruh wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan, mendapat perhatian yang adil dan merata. Ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam mempercepat pembangunan yang tidak hanya fisik, tetapi juga sosial, ekonomi, dan mental masyarakat,” tegas Bupati.
Ia menambahkan, pelaksanaan TMMD selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam menciptakan daerah maju, nyaman dihuni, berdaya saing, dan ramah investasi, sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.
Fokus TMMD: Infrastruktur, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat
Adapun sasaran fisik TMMD Sengkuyung Tahap IV di Desa Candi meliputi pembangunan jalan rabat beton, talud penahan tanah, serta saluran air yang mendukung aktivitas pertanian warga. Keistimewaan program tahun ini adalah pembangunan dua jembatan baru, hasil kolaborasi pendanaan antara APBD II Kabupaten Boyolali dan APBDes Desa Candi.
Kehadiran dua jembatan tersebut diharapkan mampu membuka akses transportasi antar dusun, memperlancar mobilitas hasil pertanian, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menitikberatkan pada sasaran non-fisik seperti penyuluhan kebangsaan, kesehatan masyarakat, pendidikan karakter, dan penguatan wawasan kebangsaan yang menjadi pondasi ketahanan nasional.
Gotong Royong dan Rasa Memiliki
Dalam kesempatan itu, Bupati Boyolali juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dilakukan melalui TMMD.
“Pembangunan bukan hanya soal membangun jalan atau jembatan, tetapi juga membentuk mentalitas, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab bersama. Mari kita rawat semangat kebersamaan ini, terus pelihara budaya gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia,” pesan Bupati Agus Irawan.
Apresiasi untuk TNI dan Harapan bagi Desa yang Lebih Maju
Bupati turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran TNI Kodim 0724/Boyolali yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja nyata dalam mendukung pembangunan desa melalui program TMMD. Ia menilai bahwa kerja sama lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan di Boyolali.
“Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat inilah yang akan mempercepat terwujudnya desa-desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tutup Bupati Boyolali.
TMMD Boyolali: Langkah Nyata Membangun dari Pinggiran
Program TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 di Boyolali menjadi bagian penting dari upaya TNI AD untuk memperkuat ketahanan wilayah dan pemerataan pembangunan nasional. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, TMMD terbukti memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dalam peningkatan infrastruktur dasar maupun penguatan karakter bangsa.
Dengan semangat “Manunggal TNI dan Rakyat Membangun Desa”, kegiatan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme, kemandirian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Desa Candi dan sekitarnya.





















