Wabup Siak Janji Tuntaskan Tunda Bayar 2025

Wakil Bupati Siak Syamsurizal memimpin apel pagi perdana dan menyampaikan komitmen menyelesaikan tunda bayar Rp300 miliar pada 2025, termasuk hak ASN dan pihak ketiga.

Wabup Siak Janji Tuntaskan Tunda Bayar 2025
Pimpin Apel Pagi Perdana, Wabup Siak Sampaikan Kabar Baik: Komitmen Selesaikan Tunda Bayar 2025 Senilai Rp300 Miliar

LINTASTIMURMEDIA.COM - SIAK - Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, memulai hari kerjanya dengan semangat baru, memimpin apel pagi perdana bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Apel berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Bupati Siak, Tanjung Agung, Senin (16/6/2025).

Momen tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi Syamsurizal. Untuk pertama kalinya, ia tampil sebagai pembina apel resmi di Kantor Bupati, setelah sebelumnya berkiprah sebagai anggota DPRD Siak.

"Ini mungkin hari pertama saya mengenakan seragam ini. Mungkin banyak yang terkejut. Dulu saya duduk di kantor DPRD seberang, kini saya berdiri di halaman Kantor Bupati. Dulu saya mengawasi anggaran Bapak dan Ibu, sekarang saya turut bersama-sama mencari dan mengelola anggaran untuk rakyat," ujar Wabup Syamsurizal, disambut senyum dan tepuk tangan peserta apel.

Pasangan Afni-Syamsurizal yang resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Siak pada 4 Juni 2025, langsung dihadapkan pada tantangan besar: defisit anggaran dan penumpukan tunda bayar dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, keduanya menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan solusi nyata.

"Kami sadar, ini sudah pertengahan tahun anggaran. Tapi saya dan Bu Bupati sudah sepakat: tunda bayar harus kita selesaikan tahun ini. Tidak bisa ditunda-tunda lagi," tegasnya.

Langkah cepat pun diambil. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dipanggil untuk menjalani proses evaluasi dan rasionalisasi anggaran, dengan prinsip utama: anggaran untuk rakyat, bukan sekadar formalitas.

"Efek domino dari tunda bayar ini sangat besar. Terutama terhadap daya beli masyarakat. Banyak pelaku UMKM mengeluh, barang tersedia tapi pembeli tidak ada. Ini harus segera kita atasi," ujar Wabup.

Ia menegaskan, dalam waktu beberapa bulan ke depan, Pemkab Siak menargetkan seluruh tunggakan pembayaran, baik kepada pegawai seperti TPP dan gaji honorer, maupun kepada pihak ketiga, bisa diselesaikan secara bertahap dan bertanggung jawab.

"Kami mohon doa dan dukungan. Mudah-mudahan tahun ini kita mampu menyelesaikan beban ini secara adil dan tuntas, demi pemulihan ekonomi daerah yang lebih sehat," ujarnya penuh harap.

Diketahui, total nilai tunda bayar yang harus diselesaikan Pemkab Siak mencapai angka mencengangkan, yakni sekitar Rp300 miliar. Karena itu, Syamsurizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada OPD jika tahun ini terdapat pembatasan kegiatan maupun proyek fisik.

"Kami harus mengambil keputusan yang rasional dan terukur. Tahun ini tidak banyak kegiatan lelang proyek yang bisa kita laksanakan. Prioritas kita adalah menjaga kesinambungan pelayanan publik dan menyelesaikan kewajiban terhadap hak-hak pegawai dan rekanan," tutupnya.

Dengan semangat kerja kolaboratif dan transparansi fiskal, duet kepemimpinan Afni-Syamsurizal optimis mampu membawa Kabupaten Siak bangkit dari tekanan fiskal menuju tata kelola anggaran yang sehat, responsif, dan pro-rakyat.