Babinsa Gemolong Bantu Petani Tanam Padi, Perkuat Ketahanan Pangan Sragen
Babinsa Koramil Gemolong Kodim 0725/Sragen turun langsung membantu petani tanam padi di Desa Tegaldowo, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
SRAGEN, LINTASTIMURMEDIA.COM – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Babinsa Koramil 15/Gemolong, Kodim 0725/Sragen, Serma Sri Widodo, turun langsung ke sawah membantu petani melakukan penanaman padi di lahan milik Bapak Wakidi, yang berlokasi di Dukuh Balak, Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong, Kamis (26/03/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pendampingan wilayah, tetapi menjadi bukti konkret kepedulian TNI terhadap sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga, hingga ancaman krisis pangan, kehadiran Babinsa di tengah petani menjadi energi positif sekaligus solusi nyata di tingkat akar rumput.
Dengan penuh semangat kebersamaan, Serma Sri Widodo bersama para petani tampak bergotong royong menanam bibit padi di lahan persawahan yang telah diolah sebelumnya. Aktivitas ini mencerminkan sinergi kuat antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas produksi pangan lokal.
Dalam keterangannya, Serma Sri Widodo menegaskan bahwa peran Babinsa tidak hanya sebatas membantu secara fisik, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat. Melalui interaksi langsung di lapangan, berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat diidentifikasi lebih cepat, mulai dari kendala irigasi, ketersediaan pupuk, hingga tantangan teknis dalam proses tanam dan panen.
“Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai aparat teritorial. Kami ingin memastikan para petani merasa didampingi dan didukung, sehingga proses bercocok tanam dapat berjalan optimal dan hasil panen meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bapak Wakidi selaku pemilik lahan mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Menurutnya, selain mempercepat proses penanaman, keterlibatan langsung aparat TNI juga memberikan motivasi dan semangat baru bagi petani dalam mengelola lahan mereka.
“Dengan adanya Babinsa, kami merasa lebih diperhatikan. Ini bukan hanya bantuan tenaga, tapi juga dorongan moril yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Kegiatan pendampingan seperti ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam sektor pertanian. Selain itu, langkah ini juga menjadi strategi efektif dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional.
Ke depan, sinergi yang telah terjalin ini diharapkan terus berkelanjutan dan semakin intensif, sehingga mampu menciptakan kemandirian pangan yang kuat, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.
(Sumber: Agus Kemplu)






















