Arena MTQ XXX Kuansing Jadi Ikon Baru Daerah
Pembangunan Arena Utama MTQ XXX Kabupaten Kuantan Singingi telah mencapai 95 persen. Dinas PUPR Kuansing menargetkan seluruh fasilitas rampung pekan ini untuk mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ dan syiar Islam di daerah.
KUANTAN SINGINGI, LINTASTIMURMEDIA.COM – Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus menunjukkan progres menggembirakan. Pembangunan arena utama yang akan menjadi pusat pelaksanaan perhelatan keagamaan terbesar di Negeri Jalur itu kini telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung sepenuhnya dalam pekan ini.
Hingga Senin (15/6/2026), pembangunan fisik arena utama MTQ terlihat hampir selesai. Sejumlah fasilitas pokok yang menjadi pusat kegiatan, mulai dari panggung utama, mimbar kehormatan, gapura masuk, hingga berbagai sarana pendukung lainnya telah berdiri megah dan kokoh. Aktivitas para pekerja masih terlihat berlangsung di beberapa titik guna menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan akhir yang bersifat penyempurnaan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para pekerja tampak fokus melakukan pengecatan, pemasangan ornamen dekoratif bernuansa Islami dan Melayu, penataan lanskap kawasan, serta perapihan area lapangan yang nantinya akan menjadi lokasi berkumpulnya ribuan peserta, tamu undangan, dan masyarakat yang hadir menyaksikan pelaksanaan MTQ.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuantan Singingi, Ade Farel, mengatakan bahwa seluruh proses pembangunan arena MTQ dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan kualitas pekerjaan serta ketepatan waktu penyelesaian.
Menurutnya, hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 95 persen dan hanya menyisakan beberapa pekerjaan finishing yang diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah, untuk bangunan inti seperti panggung utama, mimbar kehormatan, serta gapura masuk sudah mencapai sekitar 95 persen. Saat ini tinggal penyempurnaan pada beberapa bagian seperti pemasangan lampu hias, penataan taman, dan landscaping. InsyaAllah dalam pekan ini seluruh pekerjaan dapat kami tuntaskan,” ujar Ade Farel saat meninjau lokasi pembangunan arena MTQ.
Ia menjelaskan, konsep arena MTQ tahun ini dirancang dengan memadukan nuansa Islami modern dan kekayaan budaya Melayu Kuantan Singingi. Perpaduan tersebut sengaja dihadirkan untuk menampilkan identitas daerah sekaligus memberikan kesan megah, representatif, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung.
Menurut Ade Farel, pembangunan arena MTQ bukan semata-mata untuk mendukung pelaksanaan lomba tilawah Al-Qur’an, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur publik yang memiliki nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami ingin arena MTQ ini tidak hanya menjadi lokasi perlombaan tahunan, tetapi juga mampu menjadi ikon baru Kabupaten Kuantan Singingi. Arsitekturnya dirancang agar representatif, memiliki nilai estetika, dan nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ade Farel mengungkapkan bahwa pihaknya bersama kontraktor pelaksana menerapkan sistem kerja dua shift setiap hari guna memastikan seluruh target pembangunan dapat dicapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Langkah percepatan tersebut dilakukan agar arena dapat diserahkan dalam kondisi sempurna sebelum hari pelaksanaan MTQ dimulai. Dengan demikian, panitia memiliki cukup waktu untuk melaksanakan gladi bersih, simulasi acara pembukaan, pengujian sistem tata suara, serta pengecekan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
“Tim di lapangan bekerja siang dan malam untuk memastikan seluruh pekerjaan selesai tepat waktu. Namun demikian, percepatan pekerjaan tidak mengurangi standar kualitas yang telah ditetapkan. Kami ingin seluruh fasilitas yang dibangun benar-benar layak, aman, dan nyaman digunakan karena ini menyangkut marwah pelaksanaan MTQ serta nama baik Kabupaten Kuantan Singingi,” tegasnya.
Selain menitikberatkan pada penyelesaian pembangunan, Ade Farel juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah tersebut.
Menurutnya, keberadaan arena utama MTQ nantinya akan menjadi aset publik yang memiliki nilai strategis dalam mendukung syiar Islam, pengembangan kegiatan keagamaan, serta aktivitas sosial masyarakat di masa mendatang.
“Setelah MTQ selesai, fasilitas ini tidak akan ditinggalkan begitu saja. Pemerintah daerah akan terus melakukan perawatan sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Karena itu kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawatnya. Ini adalah aset bersama yang dibangun untuk kepentingan umat dan kemajuan daerah,” katanya.
Pelaksanaan MTQ ke-XXX Kabupaten Kuantan Singingi sendiri diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dengan hampir rampungnya pembangunan arena utama tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi optimistis seluruh rangkaian pelaksanaan MTQ dapat berlangsung sukses, tertib, dan meriah. Lebih dari sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi qari dan qariah terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Kuansing pada tingkat Provinsi Riau hingga tingkat nasional.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ tahun ini juga diharapkan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun sarana keagamaan yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas Kuantan Singingi sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, budaya Melayu, dan semangat pembangunan berkelanjutan.



Nursalman 


















