Ratusan Anak TK Inhu Meriahkan Zapin Massal HUT IGTKI-PGRI
Ratusan anak TK se-Kabupaten Inhu memeriahkan tari zapin massal HUT ke-76 IGTKI-PGRI sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan melestarikan budaya Melayu.
INHU, LINTASTIMURMEDIA.COM – Semangat pelestarian budaya Melayu berpadu harmonis dengan dunia pendidikan anak usia dini dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kamis (21/5/2026) pagi. Ratusan peserta didik dan tenaga pendidik TK dari berbagai wilayah di Kabupaten Inhu tampil memukau dalam kegiatan tari zapin massal yang digelar meriah di halaman depan Kantor Bupati Inhu.
Mengusung tema “Harmoni Bersama dalam Gerak Zapin”, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi simbol kuat sinergi antara dunia pendidikan, pelestarian budaya daerah, dan pembangunan karakter generasi muda sejak usia dini. Suasana penuh warna dan semangat kebersamaan tampak menyelimuti lokasi kegiatan ketika ratusan anak-anak TK dengan balutan busana bernuansa Melayu menampilkan gerakan zapin yang serasi dan memikat perhatian masyarakat.
Kegiatan akbar itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Inhu, Hendrizal. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran IGTKI-PGRI Kabupaten Inhu yang dinilai konsisten menghadirkan program pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Menurut Hendrizal, peringatan HUT ke-76 IGTKI-PGRI menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian para guru taman kanak-kanak dalam membentuk pondasi karakter generasi penerus bangsa. Ia menilai para guru TK memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moral, kedisiplinan, kreativitas, dan rasa cinta terhadap budaya sejak dini.
“Zapin bukan hanya sekadar tarian tradisional semata, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur Melayu seperti sopan santun, kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong. Dari gerakan zapin, kita belajar bagaimana bergerak seirama dan saling mendukung satu sama lain. Nilai-nilai inilah yang sangat penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan masyarakat yang harmonis,” ujar Hendrizal di hadapan peserta dan tamu undangan.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, termasuk memperhatikan pengembangan kapasitas dan kesejahteraan tenaga pendidik TK. Menurutnya, investasi terbesar dalam pembangunan daerah adalah membangun sumber daya manusia sejak usia dini menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
“Guru TK adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak. Dari tangan para guru inilah lahir generasi masa depan yang cerdas, berbudaya, dan berakhlak mulia. Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan anak usia dini agar semakin maju dan berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Inhu, Jamilawati, mengatakan bahwa kegiatan zapin massal merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi organisasi dalam mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus mengembangkan kreativitas anak-anak usia dini melalui pendekatan seni dan budaya.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya tentang kemampuan membaca dan berhitung, tetapi juga tentang bagaimana membangun karakter dan memperkenalkan akar budaya kepada generasi muda agar tidak kehilangan identitas di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kami berharap di usia ke-76 ini, IGTKI-PGRI semakin kokoh dan terus menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi yang berbudaya, cerdas, kreatif, serta memiliki akhlak mulia. Kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara pendidik, peserta didik, orang tua, dan pemerintah daerah,” ungkap Jamilawati.
Kemeriahan acara semakin terasa ketika ratusan peserta tampil kompak menarikan zapin secara massal dengan iringan musik Melayu yang menggema di kawasan halaman Kantor Bupati Inhu. Gerakan yang harmonis dan penuh semangat memperlihatkan kekompakan luar biasa antara anak-anak, guru pendamping, dan seluruh peserta yang hadir.
Tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, pertunjukan zapin massal tersebut juga menjadi pesan kuat bahwa budaya lokal tetap dapat hidup dan berkembang melalui dunia pendidikan. Antusiasme masyarakat dan para orang tua yang hadir turut menambah semarak suasana kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Bunda PAUD Inhu Suci Rahmiani, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Inhu Rina Etika Hendrizal, serta Ketua PP PAUD Inhu Raja Vivi Olivia. Kehadiran para tokoh daerah itu menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan pendidikan anak usia dini dan pelestarian budaya Melayu di Kabupaten Inhu.
Bahkan, para tamu undangan tampak ikut berbaur bersama peserta dan menari zapin, menciptakan suasana hangat yang penuh keakraban dan kebersamaan. Momen tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, organisasi perempuan, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus daerah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan minum susu bersama sebagai simbol perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak, dilanjutkan dengan parade zapin massal dari rayon I, II, III, dan IV yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Momentum peringatan HUT ke-76 IGTKI-PGRI di Kabupaten Indragiri Hulu ini tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan budaya dapat berjalan beriringan dalam membangun generasi yang unggul, berkarakter, dan tetap mencintai akar budayanya sendiri di tengah tantangan era modernisasi.






















